Vokasi UI Didorong Jadi Pusat Pencetak Talenta Hijau Nasional
By Admin

Menteri KLH/BPLH Moh Jumhur Hidayat
nusakini.com, Depok — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya pendidikan vokasi sebagai motor utama dalam mencetak sumber daya manusia hijau (green talent) untuk mendukung transisi menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Jumhur saat memberikan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-18 Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), di Depok, Selasa.
Dalam orasi bertema “Building a World-Class Educational Hub with Global Impact: Green Metric and Sustainability for the Future”, Jumhur mengatakan dunia tengah menghadapi tiga krisis planet utama atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, polusi dan sampah, serta hilangnya keanekaragaman hayati.
Menurut dia, kondisi tersebut menuntut perubahan sistem pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis.
“Green jobs bukan lagi konsep abstrak. Dunia bergerak sangat cepat menuju ekonomi rendah karbon, dan Indonesia harus menyiapkan SDM yang mampu bersaing,” ujar Jumhur.
Ia menjelaskan, pendidikan vokasi perlu diarahkan menjadi pusat pengembangan talenta hijau yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan, mulai dari energi terbarukan, kendaraan listrik, pengelolaan limbah, teknologi lingkungan, hingga ekonomi sirkular.
Untuk mendukung hal tersebut, kata dia, kurikulum pendidikan vokasi perlu disesuaikan dengan tuntutan industri hijau. Materi seperti ESG (environmental, social, governance), teknologi rendah karbon, audit energi, penghitungan emisi karbon, dan pengelolaan sampah dinilai penting untuk diperkuat.
Selain pembelajaran di kelas, Menteri Jumhur juga mendorong kampus menjadi living laboratory keberlanjutan melalui praktik nyata pengelolaan lingkungan di area pendidikan.
Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah menyatakan pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan pembangunan berkelanjutan nasional.
“Vokasi UI telah menunjukkan peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di berbagai sektor,” kata Heri.
Ia berharap Vokasi UI terus memperkuat inovasi, kolaborasi internasional, dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Jangan hanya menjadi generasi digital. Jadilah generasi ekologis,” ujarnya.